Lintas Malang mencatat Apatte62 Brawijaya KMHE 2026 membawa pulang dua podium dari Kontes Mobil Hemat Energi yang digelar di Universitas Jember. Tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya meraih Juara I kategori Prototype Diesel dengan efisiensi 585,18 kilometer per liter serta Juara II kategori Urban Concept Listrik dengan capaian 257,69 kilometer per kWh.
Kompetisi berlangsung pada 1–4 Oktober 2026.
Hasil tersebut kembali menempatkan tim Malang sebagai salah satu pesaing kuat pada kompetisi kendaraan hemat energi nasional.
Capaian baru diberitakan lebih luas pada 12 Oktober.
Apatte62 Brawijaya KMHE 2026 Raih Dua Gelar
Menurut SWA Indonesia, Apatte62 berhasil memimpin kelas Prototype Diesel.
Kendaraan tim mencatat efisiensi 585,18 km/liter.
Pada kategori Urban Listrik, tim berada di posisi kedua dengan angka 257,69 km/kWh.
Dua kategori tersebut menggunakan pendekatan berbeda.
Prototype dirancang mengejar efisiensi maksimum.
Urban Concept memiliki bentuk yang lebih dekat dengan kendaraan perkotaan.
Karena itu, strategi teknisnya tidak sama.
Angka 585 Km/Liter Bukan Konsumsi Harian
Angka efisiensi pada KMHE sering terlihat sangat tinggi dibanding mobil biasa.
Namun, pengujian kompetisi menggunakan kondisi khusus.
Kendaraan dibuat sangat ringan.
Mesin dioptimalkan.
Kecepatan dijaga pada pola tertentu.
Pengemudi juga menggunakan strategi khusus untuk mengurangi konsumsi.
Karena itu, 585,18 km/liter tidak berarti mobil produksi biasa dapat langsung mencapai angka tersebut.
Nilainya digunakan untuk membandingkan efisiensi antarprototipe dalam kondisi kompetisi.
Berat Kendaraan Menjadi Faktor Penting
Semakin berat kendaraan, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk bergerak.
Karena itu, tim mengurangi bobot sebisa mungkin tanpa mengorbankan kekuatan struktur.
Material dipilih dengan teliti.
Setiap komponen dievaluasi.
Bahkan pengurangan berat dalam jumlah kecil dapat memberi efek pada konsumsi.
Namun, struktur tetap harus memenuhi standar keselamatan perlombaan.
Tim tidak dapat mengurangi material sembarangan.
Aerodinamika Menentukan Hambatan Udara
Ketika kendaraan bergerak, udara menjadi hambatan.
Bentuk bodi yang buruk membuat mesin bekerja lebih keras.
Prototype biasanya mempunyai bentuk rendah dan ramping.
Tujuannya mengurangi luas area yang melawan udara.
Tim menggunakan simulasi dan pengujian untuk menyempurnakan bentuk.
Lubang udara, posisi roda, dan bentuk bagian belakang dapat memengaruhi hasil.
Pada kecepatan relatif rendah sekalipun, keuntungan aerodinamika tetap penting.
Strategi Pengemudi Sama Pentingnya dengan Mesin
Kendaraan efisien dapat gagal jika dikendarai dengan strategi buruk.
Pengemudi harus memahami kapan melakukan akselerasi.
Kecepatan harus cukup untuk memenuhi batas waktu.
Namun, akselerasi berlebihan membuang energi.
Pada beberapa strategi, mesin tidak selalu hidup sepanjang waktu.
Kendaraan dapat memanfaatkan momentum.
Pengemudi harus membaca kondisi lintasan dan menentukan kapan tenaga digunakan.
Kesalahan kecil dapat mengubah hasil akhir.
Urban Listrik Punya Tantangan Berbeda
Kendaraan listrik tidak menggunakan bahan bakar cair.
Efisiensi dihitung berdasarkan energi listrik.
Motor listrik memang dikenal efisien.
Namun, energi tetap dapat hilang melalui hambatan mekanis dan sistem kelistrikan.
Controller, motor, kabel, baterai, dan drivetrain semuanya berpengaruh.
Tim harus mengurangi kehilangan energi.
Manajemen baterai juga penting.
Suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan performa.
Karena itu, kendaraan listrik tetap membutuhkan banyak perhitungan.
Kompetisi Jadi Tempat Menguji Teori
Mahasiswa teknik belajar berbagai teori di kelas.
KMHE memaksa mereka mengubah teori menjadi produk nyata.
Desain CAD harus benar-benar bisa diproduksi.
Perhitungan mesin harus sesuai kondisi lapangan.
Elektronik harus tahan getaran.
Komunikasi tim juga diuji.
Masalah sering baru terlihat ketika mobil masuk lintasan.
Komponen yang bekerja sempurna di laboratorium bisa menunjukkan masalah setelah beberapa putaran.
Pengalaman tersebut sulit diperoleh hanya melalui perkuliahan.
Apatte62 Memiliki Tradisi Riset Panjang
Apatte62 Brawijaya telah mengikuti kompetisi kendaraan hemat energi selama bertahun-tahun.
Setiap generasi mahasiswa mewarisi data dari tim sebelumnya.
Transfer pengetahuan menjadi faktor penting.
Anggota lama lulus.
Anggota baru masuk.
Jika dokumentasi buruk, pengalaman hilang.
Karena itu, tim riset mahasiswa harus memiliki sistem yang rapi.
Catatan pengujian, desain, masalah, dan solusi perlu disimpan.
Tradisi tersebut membantu tim terus meningkatkan kendaraan.
Kemenangan Juga Menunjukkan Kualitas Pendidikan Vokasi Teknik
Kompetisi seperti KMHE menjadi salah satu indikator kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu.
Namun, prestasi tidak hanya bergantung pada individu.
Laboratorium, dosen pembimbing, fasilitas kampus, dan dukungan sponsor ikut berperan.
Pengembangan kendaraan membutuhkan biaya.
Material ringan dan komponen presisi tidak selalu murah.
Tim juga perlu membawa kendaraan ke lokasi kompetisi.
Karena itu, keberhasilan merupakan hasil kerja ekosistem.
Teknologi Hemat Energi Tetap Relevan di Era EV
Ketika kendaraan listrik semakin populer, mobil hemat bahan bakar mungkin terlihat kurang menarik.
Padahal, prinsip efisiensi tetap sama pentingnya.
Kendaraan listrik juga membutuhkan bodi ringan dan aerodinamis.
Semakin efisien mobil, semakin kecil baterai yang dibutuhkan untuk jarak tertentu.
Artinya, riset KMHE tetap relevan untuk masa depan.
Banyak prinsip yang dipelajari dapat diterapkan ke EV.
Pengurangan hambatan dan optimasi energi tetap menjadi dasar desain kendaraan.
Mahasiswa Bisa Membawa Pengalaman ke Industri
Sebagian anggota tim kemungkinan akan bekerja di industri otomotif.
Pengalaman membuat kendaraan memberi nilai tambah.
Mereka sudah terbiasa bekerja lintas bidang.
- Ada anggota yang menangani mesin.
- Ada yang fokus elektronik.
- Ada pula yang menangani desain, manufaktur, dan manajemen.
Industri modern membutuhkan kemampuan kolaborasi semacam itu.
Karena itu, prestasi KMHE bukan hanya piala.
Proses pengembangan menjadi bagian paling berharga.
Tantangan Berikutnya adalah Meningkatkan Efisiensi
Setelah mencapai 585,18 km/liter, tim tentu akan mencari peningkatan baru.
Semakin tinggi efisiensi, semakin sulit memperoleh tambahan.
Perubahan kecil menjadi semakin penting.
Bearing lebih baik.
Ban dengan rolling resistance lebih rendah.
Mapping mesin lebih presisi.
Semua dapat menghasilkan keuntungan kecil.
Pada kompetisi ketat, perbedaan kecil menentukan podium.
Apatte62 Brawijaya kini memiliki data baru untuk generasi berikutnya.
Dua podium pada 2026 menjadi bukti kemampuan tim.
Tantangan berikutnya adalah mengubah capaian tersebut menjadi inovasi yang lebih matang dan terus mempertahankan posisi Malang dalam kompetisi teknologi kendaraan nasional.

















