LintasMalang mencatat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors memulai program Field Fix Campaign untuk 111.195 unit Mitsubishi Fuso Canter Euro4 di Indonesia. Program menyasar kendaraan produksi April 2022 sampai Mei 2026 setelah perusahaan menemukan potensi penurunan daya tahan pada sakelar lampu rem atau brake light switch. Pemeriksaan dan penggantian komponen dilakukan tanpa biaya di jaringan dealer resmi, dengan estimasi pengerjaan sekitar satu jam untuk setiap kendaraan.
Perusahaan menegaskan masalah tersebut tidak memengaruhi kemampuan sistem rem menghentikan kendaraan.
Komponen yang diperiksa berkaitan dengan sistem kelistrikan yang mengaktifkan lampu rem.
Meski begitu, lampu rem mempunyai fungsi keselamatan penting karena memberi tanda kepada pengemudi di belakang saat kendaraan mengurangi kecepatan.
Potensi Masalah Ada pada Sakelar
Sakelar lampu rem bekerja ketika pedal rem digunakan.
Komponen mengirimkan sinyal agar lampu di bagian belakang menyala.
Melalui pemantauan kualitas dan laporan konsumen, KTB menemukan ada kemungkinan sakelar mengalami aus selama penggunaan.
Arus atau tegangan berlebih juga dapat meningkatkan temperatur pada komponen.
Jika kondisi berlanjut, aliran listrik menuju lampu rem dapat terganggu.
Lampu kemudian berpotensi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Indikator peringatan pada dasbor juga dapat menyala.
Sistem Pengereman Tidak Terdampak
Perbedaan ini penting bagi pemilik kendaraan.
Masalah sakelar lampu tidak sama dengan kegagalan rem.
KTB menyatakan kondisi tersebut tidak memengaruhi performa sistem pengereman maupun kinerja kendaraan.
Namun, lampu rem tetap merupakan perangkat keselamatan.
Kendaraan di belakang mengandalkan lampu tersebut untuk mengetahui kapan truk sedang memperlambat laju.
Pada kendaraan niaga yang sering beroperasi di jalan antarkota atau membawa muatan, visibilitas sinyal pengereman sangat penting.
Karena itu, perusahaan tetap memilih melakukan penggantian komponen.
Unit Produksi Empat Tahun Masuk Program
Field Fix Campaign mencakup Canter Euro4 produksi April 2022 hingga Mei 2026.
Jumlah kendaraan yang teridentifikasi mencapai 111.195 unit.
Program dimulai 24 September 2026 dan akan berlangsung secara bertahap hingga sekitar tiga tahun ke depan.
Pemilik tidak perlu langsung mendatangi dealer tanpa jadwal.
Dealer resmi akan menghubungi konsumen yang nomor kendaraannya masuk dalam daftar.
Setelah itu, pemilik dapat mengatur waktu servis.
Informasi resmi tersedia melalui kampanye Fuso.
Perbaikan Diperkirakan Satu Jam
KTB memperkirakan proses membutuhkan sekitar satu jam.
Teknisi akan memeriksa komponen yang terdampak lalu menggantinya dengan sakelar baru yang telah memiliki spesifikasi yang ditingkatkan.
Waktu relatif singkat penting bagi pemilik kendaraan niaga.
Truk berbeda dengan mobil pribadi karena waktu berhenti dapat berarti kehilangan kesempatan mengangkut barang.
Perusahaan logistik sering mempunyai jadwal pengiriman yang ketat.
Jika satu armada harus berada di bengkel selama berhari-hari, biaya operasional ikut meningkat.
Dengan waktu pengerjaan sekitar satu jam, perusahaan berharap gangguan terhadap operasi konsumen dapat diminimalkan.
Ada 204 Dealer yang Menangani Program
Program dapat dilakukan melalui 204 jaringan dealer Mitsubishi Fuso di Indonesia.
Jangkauan luas penting karena Canter digunakan di banyak daerah.
Truk ringan tersebut beroperasi untuk distribusi barang, kebutuhan perdagangan, proyek konstruksi, pertanian, hingga usaha kecil.
Tidak seluruh kendaraan berada dekat kota besar.
Dealer perlu memastikan suku cadang tersedia agar konsumen tidak harus datang berkali-kali.
Sistem janji temu dapat membantu mengatur stok dan kapasitas bengkel.
Pemilik armada besar juga dapat mengatur kendaraan masuk secara bergantian agar aktivitas bisnis tetap berjalan.
Pemilik Sebaiknya Tidak Menunda
Walaupun tidak memengaruhi sistem pengereman utama, pemilik sebaiknya tetap mengikuti program.
Lampu rem adalah bagian dari komunikasi antar-kendaraan.
Pengemudi di belakang membutuhkan waktu untuk bereaksi saat truk memperlambat.
Jika lampu tidak menyala, risiko salah membaca pergerakan kendaraan meningkat.
Hal tersebut semakin penting saat malam, hujan, atau jarak pandang buruk.
Penggantian juga tidak memerlukan biaya.
Karena itu, manfaat melakukan perbaikan jauh lebih besar dibanding menunda hanya karena kendaraan masih terasa normal saat dikendarai.
Cara Memeriksa Sebelum Mendapat Panggilan
Pemilik dapat memperhatikan apakah lampu rem bekerja secara normal.
Cara paling mudah adalah meminta orang lain melihat lampu belakang ketika pedal diinjak.
Namun, pemeriksaan sederhana tersebut tidak menggantikan program resmi.
Sakelar dapat masih bekerja pada saat diperiksa tetapi mempunyai tingkat keausan yang kemudian berkembang.
Pemilik yang menggunakan Canter Euro4 produksi periode terkait dapat menghubungi dealer untuk memastikan status kendaraan.
Gunakan jaringan resmi dan siapkan informasi identitas kendaraan.
Kampanye Perbaikan Bukan Hal Aneh di Industri
Program perbaikan kendaraan sering dianggap sebagai tanda produk pasti buruk.
Padahal sistem recall atau field fix merupakan bagian dari pengawasan kualitas otomotif.
Produsen memantau kendaraan setelah digunakan konsumen.
Masalah tertentu baru dapat terlihat setelah ribuan unit beroperasi dalam kondisi nyata.
Ketika pola ditemukan, produsen mempunyai pilihan melakukan perbaikan sebelum persoalan berkembang.
Transparansi menjadi penting.
Konsumen perlu mengetahui komponen apa yang terdampak, risikonya, kendaraan produksi periode mana yang masuk, serta apakah perbaikan dikenakan biaya.
Dalam kasus Canter, KTB mengumumkan periode produksi dan jumlah unit secara terbuka.
Kendaraan Niaga Butuh Perawatan Disiplin
Program ini juga menjadi pengingat bahwa kendaraan niaga bekerja dalam kondisi berat.
Jarak tempuh tinggi, beban, panas, getaran, serta jam operasi panjang dapat mempercepat keausan banyak komponen.
Pemeriksaan berkala karena itu tidak hanya fokus pada mesin dan rem.
Lampu, kabel, ban, sistem kemudi, suspensi, dan perangkat keselamatan juga perlu diperiksa.
Pengemudi sebaiknya melakukan pemeriksaan sederhana sebelum perjalanan.
Perusahaan armada dapat membuat daftar pengecekan agar kerusakan kecil ditemukan sebelum kendaraan berangkat.
Untuk 111.195 Canter Euro4 yang masuk program, langkah berikutnya relatif sederhana.
Pemilik cukup memastikan kontak yang terdaftar masih aktif, menunggu pemberitahuan dealer atau menghubungi jaringan resmi, lalu menjadwalkan pemeriksaan.
Dengan waktu pengerjaan sekitar satu jam dan biaya yang ditanggung perusahaan, program tersebut memberi kesempatan memperbaiki komponen sebelum gangguan lampu rem benar-benar muncul di jalan.













