Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Teknologi

AITF UB Siapkan Mahasiswa Malang Hadapi Dunia Kerja AI

21
×

AITF UB Siapkan Mahasiswa Malang Hadapi Dunia Kerja AI

Share this article

Program Komdigi dan Universitas Brawijaya menekankan kemampuan membangun proyek kecerdasan buatan, bukan sekadar mengandalkan sertifikasi.

Example 468x60

LintasMalang mencatat Artificial Intelligence Talent Factory UB menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan. Kementerian Komunikasi dan Digital menilai lulusan perguruan tinggi kini membutuhkan lebih dari transkrip nilai atau sertifikat. Kemampuan membangun proyek AI dan menyelesaikan masalah nyata semakin penting ketika kebutuhan industri berubah cepat.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Artificial Intelligence Talent Factory di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Kota Malang.

Example 300x600

Program itu mempertemukan mahasiswa dengan pembelajaran berbasis proyek agar mereka memahami proses pengembangan teknologi dari tahap identifikasi masalah hingga pembuatan solusi.

Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi Gunawan Hutagalung menilai program tersebut dapat meningkatkan daya saing mahasiswa ketika memasuki pasar kerja.

Artificial Intelligence Talent Factory UB Fokus pada Proyek Nyata

Salah satu perbedaan utama program AITF adalah pendekatan pembelajarannya.

Peserta tidak hanya mengikuti kuliah mengenai teori kecerdasan buatan.

Mereka juga diminta mengembangkan solusi berdasarkan persoalan yang benar-benar ditemukan di masyarakat.

Menurut ANTARA, Komdigi menilai pengalaman mengembangkan proyek menjadi bagian penting dari kompetensi mahasiswa.

Industri teknologi biasanya tidak hanya menilai gelar.

Kemampuan memahami data, membuat model, bekerja dalam tim, dan menjelaskan solusi kepada pengguna juga menjadi pertimbangan.

Karena itu, program semacam AITF berusaha memperkecil jarak antara pembelajaran kampus dan kebutuhan perusahaan.

Puluhan Mahasiswa Lolos Seleksi

AITF 2026 merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan melalui beberapa tahap.

Dalam batch kedua, terdapat 108 pendaftar.

Sebanyak 38 mahasiswa kemudian dinyatakan lolos seleksi.

Menurut Komdigi, jumlah tersebut meningkat dibandingkan batch sebelumnya.

Seleksi dilakukan karena pembelajaran berbasis proyek membutuhkan pendampingan intensif.

Jumlah peserta yang terbatas memungkinkan mentor memberikan masukan secara lebih mendalam.

Mahasiswa juga dapat menjalani proses pengembangan produk dengan pembagian tugas yang lebih jelas.

AI Dikembangkan untuk Sekolah Rakyat

Salah satu proyek yang dikerjakan berkaitan dengan pendidikan.

Mahasiswa mengembangkan teknologi AI untuk membantu program Sekolah Rakyat.

Fokusnya bukan sekadar membuat aplikasi yang terlihat canggih.

Sistem perlu menjawab kebutuhan nyata pengguna.

Model AI untuk pendidikan, misalnya, harus mempertimbangkan kualitas data, cara guru menggunakan sistem, dan apakah teknologi benar-benar membantu proses belajar.

Pendekatan semacam ini mengajarkan peserta bahwa keberhasilan teknologi tidak hanya diukur dari akurasi algoritma.

Kemudahan penggunaan dan manfaat sosial juga menentukan.

Pemetaan Kemiskinan Menjadi Proyek Lain

Selain pendidikan, mahasiswa juga mengembangkan sistem cerdas untuk pemetaan kemiskinan dan bantuan sosial.

Masalah ini jauh lebih kompleks karena berkaitan dengan data masyarakat.

Model AI membutuhkan data yang bersih dan relevan agar hasilnya tidak menyesatkan.

Kesalahan klasifikasi dapat mempunyai dampak besar apabila sistem digunakan untuk mendukung keputusan sosial.

Karena itu, mahasiswa perlu memahami aspek teknis sekaligus etika.

Program tersebut menjadi latihan penting karena banyak pekerjaan AI pada dunia nyata berhubungan dengan data yang sensitif.

Sertifikat Tidak Lagi Cukup

Perusahaan teknologi semakin sering menilai portofolio pelamar.

Mahasiswa yang mempunyai pengalaman mengerjakan proyek dapat menunjukkan kemampuan secara lebih konkret.

Portofolio juga membantu perusahaan memahami peran seseorang dalam tim.

Apakah ia mengolah data, membuat model, mengembangkan antarmuka, atau melakukan pengujian.

Pengalaman semacam itu sulit terlihat hanya dari nilai akademik.

Karena itu, Komdigi mendorong mahasiswa membangun kemampuan yang dapat dibuktikan melalui hasil kerja.

Sertifikasi masih berguna.

Namun, sertifikat menjadi lebih kuat apabila didukung kemampuan praktis.

Industri AI Membutuhkan Banyak Jenis Keahlian

Tidak semua pekerjaan AI harus menjadi machine learning engineer.

Ekosistemnya membutuhkan data analyst, data engineer, pengembang perangkat lunak, ahli keamanan, desainer produk, hingga orang yang memahami tata kelola.

Mahasiswa kemudian memiliki banyak jalur karier.

Kemampuan dasar pemrograman tetap penting, tetapi komunikasi dan pemahaman masalah bisnis juga dibutuhkan.

Perusahaan mencari orang yang dapat menghubungkan teknologi dengan kebutuhan pengguna.

Hal ini menjelaskan mengapa proyek multidisiplin semakin sering digunakan dalam program pelatihan digital.

Malang Punya Modal Kuat sebagai Kota Pendidikan

Kota Malang memiliki banyak perguruan tinggi dan populasi mahasiswa yang besar.

Kondisi tersebut menjadi modal bagi pengembangan ekosistem teknologi.

Pemerintah Kota Malang juga sebelumnya memperkuat kerja sama dengan Komdigi untuk mendorong transformasi digital.

Kolaborasi mencakup pengembangan ekosistem, talenta, serta hubungan dengan sektor industri.

Jika kampus, pemerintah, startup, dan perusahaan dapat terhubung, mahasiswa mempunyai lebih banyak kesempatan menguji kemampuan.

Kota juga memperoleh keuntungan karena talenta tidak harus pindah ke Jakarta untuk mendapatkan pengalaman teknologi.

Tantangan Berikutnya adalah Penyerapan Industri

Program pelatihan menjadi langkah awal.

Tantangan berikutnya adalah memastikan keterampilan peserta benar-benar bertemu dengan kebutuhan perusahaan.

Magang, proyek bersama industri, dan peluang kerja menjadi bagian penting setelah program selesai.

Mahasiswa juga membutuhkan akses terhadap komputasi dan data untuk terus mengembangkan kemampuan.

Tanpa ekosistem setelah pelatihan, kemampuan yang telah dibangun dapat sulit berkembang.

Karena itu, keberhasilan AITF tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang lulus.

Dampak jangka panjang akan terlihat dari kualitas proyek, kelanjutan inovasi, dan bagaimana lulusan memasuki dunia kerja.

Artificial Intelligence Talent Factory UB menunjukkan arah baru pendidikan teknologi di Malang.

Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui cara kerja AI.

Mereka dituntut mampu menggunakan teknologi tersebut untuk menyelesaikan persoalan nyata dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *