Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Otomotif

Mercedes Uji Baterai Solid-State Generasi Baru

17
×

Mercedes Uji Baterai Solid-State Generasi Baru

Share this article

Produsen Jerman memperoleh akses prioritas untuk menguji sel lithium-ceramic baru sebelum menentukan kemungkinan penggunaannya pada mobil listrik masa depan.

Example 468x60

LintasMalang mencatat Mercedes-Benz memperkuat pengembangan baterai kendaraan listrik melalui kesepakatan baru dengan ProLogium asal Taiwan. Produsen mobil Jerman itu memperoleh akses prioritas untuk menguji sel solid-state generasi keempat buatan ProLogium. Pengujian akan mencakup karakteristik kelistrikan, temperatur, dan keselamatan sebelum perusahaan menentukan potensi penggunaan teknologi tersebut pada kendaraan produksi masa depan.

Kesepakatan ini menarik karena baterai masih menjadi salah satu komponen paling menentukan dalam perkembangan mobil listrik.

Example 300x600

Jarak tempuh, kecepatan pengisian, bobot, keamanan, serta harga kendaraan semuanya sangat dipengaruhi teknologi penyimpanan energi.

Solid-State Mengganti Elektrolit Cair

Baterai lithium-ion yang banyak digunakan saat ini memakai elektrolit cair sebagai bagian dari proses perpindahan ion.

Teknologi solid-state mencoba menggantinya dengan material padat.

ProLogium mengembangkan pendekatan lithium-ceramic dengan separator berbahan keramik dan elektrolit anorganik yang tidak mudah terbakar.

Dalam laporan otomotif, teknologi tersebut disebut mempunyai potensi kepadatan energi lebih tinggi, pengisian lebih cepat, serta karakter keamanan yang lebih baik dibanding baterai konvensional.

Potensi inilah yang membuat banyak produsen mengejar solid-state.

Kepadatan Energi Bisa Mengubah Desain Mobil

Kepadatan energi menggambarkan jumlah energi yang dapat disimpan dalam bobot atau volume tertentu.

Jika baterai menyimpan lebih banyak energi tanpa bertambah besar, produsen mempunyai dua pilihan.

Mereka dapat mempertahankan ukuran baterai dan meningkatkan jarak tempuh.

Pilihan lain adalah menggunakan baterai lebih kecil untuk jarak yang sama sehingga bobot kendaraan turun.

Keduanya menarik.

Mobil yang lebih ringan membutuhkan energi lebih sedikit untuk bergerak dan dapat mempunyai karakter berkendara lebih baik.

Keamanan Menjadi Daya Tarik Besar

Baterai kendaraan harus bekerja dalam berbagai kondisi.

Mobil dapat mengalami panas ekstrem, suhu rendah, getaran, pengisian berulang, atau benturan.

Elektrolit padat berpotensi mengurangi risiko tertentu karena materialnya tidak mudah terbakar seperti sebagian elektrolit cair.

Namun, kata “lebih aman” tidak berarti teknologi bebas risiko.

Sel tetap harus melewati pengujian berat.

Mercedes akan memeriksa perilaku listrik, termal, serta respons keselamatan melalui fasilitas internal dan lembaga pengujian independen.

Tahap ini penting sebelum produsen mempertimbangkan penggunaan massal.

Pengisian Cepat Jadi Target Berikutnya

Waktu mengisi baterai masih menjadi salah satu pertimbangan konsumen EV.

Mobil bensin dapat mengisi tangki dalam beberapa menit.

EV membutuhkan waktu lebih panjang meski teknologi fast charging terus berkembang.

Solid-state berpotensi menerima daya dengan lebih cepat.

Jika teknologi tersebut akhirnya mencapai produksi massal, pengalaman menggunakan mobil listrik bisa berubah signifikan.

Namun, kecepatan tidak hanya bergantung pada baterai.

Charger, tegangan kendaraan, pendinginan, kondisi sel, serta kapasitas jaringan listrik ikut menentukan.

Mercedes Sudah Lama Mengejar Teknologi Ini

Kerja sama Mercedes dengan ProLogium bukan hubungan baru.

Kedua perusahaan sudah bekerja bersama selama lebih dari satu dekade.

Mercedes juga mengembangkan jalur lain dengan Factorial Energy dari Amerika Serikat.

Diversifikasi mitra menunjukkan bahwa produsen belum ingin bergantung pada satu teknologi sebelum industri mengetahui pendekatan mana yang paling cocok untuk produksi massal.

Persaingan baterai masih terbuka.

Toyota, Nissan, Honda, Volkswagen, BYD, Stellantis, dan banyak perusahaan lain juga menjalankan program solid-state mereka sendiri. Otomotif ANTARA News

EQS Pernah Menempuh Lebih dari 1.200 Kilometer

Mercedes sebelumnya menguji prototipe EQS dengan baterai solid-state dari Factorial.

Mobil tersebut dilaporkan menempuh 1.205 kilometer dalam satu pengisian.

Bahkan setelah perjalanan selesai, kendaraan masih menunjukkan perkiraan sisa jarak sekitar 137 kilometer.

Hasil seperti ini menunjukkan potensi teknologi.

Namun, prototipe tidak sama dengan mobil produksi massal.

Kendaraan konsumen harus memenuhi persyaratan harga, ketahanan, kecepatan produksi, keselamatan, dan kemampuan bekerja selama bertahun-tahun.

Produksi Massal Tetap Menjadi Tantangan

Membuat satu sel dengan performa bagus di laboratorium jauh lebih mudah daripada memproduksi jutaan sel dengan kualitas konsisten.

Pabrik harus mengontrol bahan dan proses dengan presisi tinggi.

Sedikit variasi dapat memengaruhi umur atau keamanan baterai.

Biaya juga menjadi persoalan.

Teknologi baru biasanya membutuhkan investasi besar sebelum volumenya cukup tinggi untuk menurunkan harga.

Karena itu, solid-state sudah lama disebut sebagai masa depan EV tetapi belum mendominasi kendaraan yang dijual saat ini.

ProLogium Menyiapkan Kapasitas Eropa

ProLogium telah mengoperasikan fasilitas baterai di Taiwan.

Perusahaan juga merencanakan pembangunan pabrik di Dunkirk, Prancis, dengan kapasitas hingga 44 GWh.

Fasilitas Eropa akan memperpendek rantai pasok bagi pelanggan seperti Mercedes apabila produksi benar-benar berkembang.

Lokasi pabrik juga penting karena industri otomotif membutuhkan pasokan dalam jumlah besar dan jadwal yang sangat konsisten.

Baterai berat serta mahal untuk dikirim sehingga kedekatan dengan pabrik kendaraan mempunyai keuntungan logistik.

Konsumen Belum Perlu Menunggu

Pengumuman ini bukan berarti Mercedes akan menjual mobil solid-state dalam beberapa bulan.

Kesepakatan terbaru fokus pada pengujian sel.

Hasilnya masih harus dievaluasi sebelum perusahaan menentukan langkah berikutnya.

Konsumen yang sedang membutuhkan kendaraan listrik tidak perlu menunda pembelian hanya karena teknologi baru sedang dikembangkan.

Baterai lithium-ion yang digunakan saat ini juga terus berkembang.

Solid-state menjadi kandidat generasi berikutnya, tetapi jalan menuju produksi massal masih membutuhkan validasi teknologi dan ekonomi.

Yang jelas, kerja sama Mercedes dan ProLogium memperlihatkan bahwa persaingan EV berikutnya tidak hanya terjadi pada desain mobil atau perangkat lunak. Pertarungan besar justru berlangsung di dalam paket baterai—komponen yang akan menentukan seberapa jauh, seberapa cepat, dan seberapa aman mobil listrik masa depan dapat digunakan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *